TERBARU


Guru SD 'Aisyiyah Jatinom Blitar Wafat Sehari Setelah Milad Muhammadiyah ke-113

Mobil Jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar tiba di rumah duka, Rabu (19/11/2025). (Agus Fawaid).


Kabar duka datang dari dunia pendidikan dan keluarga besar Muhammadiyah di Kabupaten Blitar. Riana Cholifatul 'Aisyiyah, atau yang akrab disapa Iis, guru SD 'Aisyiyah Jatinom Kecamatan Kanigoro, wafat pada hari Rabu sore (19/11/2025) pukul 16:45 WIB. 

Kepergian almarhumah terjadi hanya satu hari setelah peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 pada 18 November 2025, sehingga menambah suasana haru bagi para sahabat, murid, dan rekan seperjuangan di lingkungan persyarikatan.

Semasa hidup, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang lembut dan bersahaja. Selain mengabdi sebagai guru, Iis pernah aktif sebagai Penyiar Talenta Chating di Radio Mahardika Kota Blitar. Banyak yang mengenangnya sebagai sosok ceria dan komunikatif yang mudah diterima oleh siapa saja.

Iis dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang beralamat di Jalan Dokter Sucipto Nomor 05, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi. Di rumah sakit tersebut pula ia menghembuskan napas terakhirnya, dimandikan, dan dipersiapkan sebelum diberangkatkan ke rumah duka menggunakan mobil Ambulans.

Ratusan pelayat silih berganti berdatangan ke rumah duka di Jalan Sondermo RT. 02 RW. 03 Desa Jatinom. Para tokoh Muhammadiyah, pejabat pemerintahan, guru-guru, alumni, murid-muridnya, serta warga sekitar tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. 

Suasana haru tak dapat terbendung ketika keluarga dan sahabat dekat menceritakan kebaikan almarhumah semasa hidup.

Ketika jenazah tiba, acara takziah dipandu oleh Ketua PRM Jatinom Blitar, Khoirur Rozikin. Ia menyampaikan, “Beliau adalah sosok pendidik yang penuh kasih. Kita kehilangan seorang guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dengan ketulusan. Bagi yang ingin mensholatkan bisa bersiap, karena sholat akan segera dimulai.”

Sholat jenazah kemudian dipimpin oleh Sekretaris PCM Kanigoro Blitar, Irman Kusnadi. Ia menyampaikan, “Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan segala kesalahannya diampuni. Beliau meninggalkan teladan yang patut kita lanjutkan.”

Pemakaman berlangsung pada Rabu malam pukul 21:00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Jatinom. Meski hujan deras mengguyur, para pelayat tetap mengiringi hingga ke liang lahat.
Penulis: Agus Fawaid
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment