TERBARU


Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah, Ajakan untuk Muhasabah dan Transformasi

 
Surabaya, 29 November 2025 - Prof. Dr. Haedar Nashir, M. Si., dalam sambutannya di resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PWM Jawa Timur, menyampaikan apresiasi atas respons positif masyarakat terhadap kiprah Muhammadiyah di media sosial. 

Beliau juga menyinggung pengakuan beberapa pihak yang menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi Islam dengan aset terbesar.
 
Mengutip pernyataan Prof. Nakamura dari Jepang, yang menemukan "Islam yang sebenarnya" dalam diri warga dan organisasi Muhammadiyah, 

Prof. Haedar mengajak seluruh warga persyarikatan, terutama para pimpinan, untuk mensyiarkan milad ini sebagai momentum bersyukur atas pencapaian yang telah diraih. 

Namun, beliau juga menekankan pentingnya bermuhasabah, menilik kekurangan-kekurangan yang ada dalam tubuh organisasi.
 
Beliau mengamati munculnya lembaga dan organisasi yang meniru amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Sebagai organisasi modernis, Muhammadiyah harus terus mereformasi dan memperbaharui diri. 

Prof. Haedar menekankan perlunya mengangkat bidang-bidang yang ada di posisi tengah dan bawah, serta memberikan perhatian lebih pada daerah pedesaan, terjal, dan tertinggal.
 
Prof. Haedar mengingatkan para pimpinan untuk tidak terlena dengan kamuflase media sosial yang hanya berisi pencitraan tanpa upaya perbaikan yang nyata. 

Beliau mengajak untuk mentransformasi perspektif publik tentang Muhammadiyah menjadi organisasi yang maju, dengan pemimpin yang amanah, tulus, dan terjaga.
 
Beliau juga mewanti-wanti agar Muhammadiyah tidak terjebak dalam kenyamanan sebagai organisasi besar dan terlena dengan status quo. 

Sebagai organisasi pergerakan, Muhammadiyah harus dinamis bergerak dan tidak terlena dengan apresiasi publik. Beliau juga mengingatkan agar Muktamar, Musywil, Musyda, Musycab, dan Musran tidak menjadi ajang rebutan jabatan.
 
Menghadapi tantangan 5 tahun ke depan yang semakin berat, Muhammadiyah harus dinamis, maju, dan progresif. Prof. Haedar mengajak untuk memperkaya pemahaman keislaman melalui metode bayani, burhani, dan irfani. 

Kesejahteraan, baik ekonomi maupun rohani, harus menjadi perhatian utama Muhammadiyah.
 
Beliau juga menyoroti keserakahan segelintir orang yang menguasai mayoritas sektor ekonomi sebagai salah satu penyebab lemahnya ekonomi rakyat. 

Terkait program Makan Bergizi Gratis, Muhammadiyah siap berperan serta, dengan menyadari bahwa setiap program pasti memiliki keunggulan dan kekurangan.
 
Di bidang politik, Muhammadiyah juga berperan aktif dengan menempatkan kadernya di berbagai posisi strategis, seperti menteri, wakil menteri, dan jabatan struktural lainnya. []

📝 BM
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment