Ketua Kwarda HW Kabupaten Blitar Ramanda Mukiman Mantu
0 minutes read
Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kabupaten Blitar, Ramanda Mukiman, menggelar acara pernikahan putri pertamanya dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Acara tersebut diadakan oleh keluarga besar kedua mempelai dan diikuti oleh para tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh persyarikatan, kader Hizbul Wathan, serta masyarakat umum.
Kwartir Daerah Hizbul Wathan merupakan unsur pimpinan organisasi kepanduan Hizbul Wathan di tingkat kabupaten. Kwarda HW berfungsi sebagai wadah pembinaan, pengembangan karakter, dan kepemimpinan generasi muda Muhammadiyah agar berakhlak mulia, beriman, dan berjiwa mandiri. Dalam periode kepengurusan saat ini, jabatan Ketua Kwarda HW Kabupaten Blitar diamanahkan kepada Ramanda Mukiman.
Mukiman dikenal luas sebagai tokoh pendidikan Muhammadiyah di Kota Blitar. Ia pernah menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah Kota Blitar, kemudian dipercaya memimpin SMK Muhammadiyah Kota Blitar, dan saat ini mengemban amanah sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 2 Boarding School Kota Blitar. Dalam kesempatan tersebut, Mukiman menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara pernikahan putri pertamanya.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa restu seluruh tamu undangan. Semoga pernikahan ini menjadi awal kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujar Mukiman.
Pernikahan tersebut menyatukan Aqila Fitrah Syahida, S.TP., Putri Pertama dari Mukiman dan Hagni Dhahlia, dengan Daffa Claude Goy Cochea, S.PT., Putra Pertama dari Joko Prawito dan Istiari. Gelar S.TP. merupakan singkatan dari Sarjana Teknologi Pertanian, yang menunjukkan bahwa Aqila Fitrah Syahida menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi dan pengelolaan pertanian. Sementara itu, gelar S.PT. yang disandang Daffa Claude Goy Cochea adalah Sarjana Peternakan, menandakan latar belakang akademik di bidang ilmu dan manajemen peternakan.
Akad nikah dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, sedangkan resepsi pernikahan digelar pada Jum’at, 16 Januari 2026. Acara resepsi bertempat di Griya Joglo Tanjungsari, Jalan Bengawan Solo Nomor 179, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Griya Joglo Tanjungsari dikenal sebagai gedung pertemuan bernuansa arsitektur tradisional Jawa dengan bangunan joglo yang luas dan nyaman, sehingga sering digunakan untuk kegiatan resmi, pertemuan, dan acara keluarga besar.
Resepsi pernikahan dibagi menjadi tiga sesi, yakni sesi pertama pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, sesi kedua pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, dan sesi ketiga pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Pembagian sesi tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Salah satu undangan yang hadir dan ikut berfoto bersama saat resepsi adalah Bagus Purnomo, Sekretaris Kwarda HW Kabupaten Blitar yang juga dikenal sebagai Pelatih Hizbul Wathan di Blitar. Ia menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada kedua mempelai.
“Kami dari keluarga besar Hizbul Wathan Kabupaten Blitar turut berbahagia. Semoga kedua mempelai menjadi keluarga yang harmonis dan dapat saling menguatkan dalam kebaikan,” tutur Bagus Purnomo.
Pernikahan ini sejalan dengan ajaran Islam tentang penciptaan manusia secara berpasang-pasangan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS. Ar-Rum: 21).
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
Artinya: Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu, maka hendaklah ia menikah. (HR. Bukhari dan Muslim).
Melalui acara pernikahan ini, keluarga besar Mukiman dan Hagni Dhahlia serta keluarga besar Joko Prawito dan Istiari berharap doa restu dari seluruh tamu undangan agar kedua mempelai dapat membangun kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan dan kebaikan.
Penulis: Agus Fawaid