UCAPAN RESMI SELAMAT ULANG TAHUN KE-100 NAHDLATUL ULAMA
0 minutes read
Oleh Sigit Praseto, SE
Ketua PDM Kabupaten Blitar
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata'ala, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita semua dapat menjadi saksi momen bersejarah ini: peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-100 tahun dengan tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia".
Salam sejahtera dan semangat kebangsaan untuk seluruh warga Nahdliyin di seluruh penjuru Tanah Air, serta kepada seluruh rakyat Indonesia yang kita cintai.
Sepuluh dekade lamanya perjalanan NU tidaklah sekedar rentang waktu, melainkan rangkaian peristiwa dan kontribusi yang mengukir jejak tak terhapuskan dalam sejarah bangsa.
Sejak dikeluarkan oleh para kyai dan ulama besar pada tahun 1926, NU telah menunjukkan peran sentral dalam membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, para ulama Nahdliyin tidak hanya menjadi pijakan spiritual bagi rakyat, melainkan juga berperan aktif dalam medan perang dan mewujudkan semangat persatuan di tengah keragaman.
Ketika bangsa menghadapi ujian pembentukan negara, NU dengan tegas memilih jalan kebangsaan yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika, menolak segala bentuk pembagian yang dapat merusak kesatuan tanah air.
Peran NU tidak berhenti pada masa kemerdekaan belaka. Seiring berjalannya waktu, organisasi ini terus menjadi ujung tombak dalam membangun kesejahteraan rakyat, memperkuat nilai-nilai agama yang moderat dan toleran, serta menjembatani antara agama dan negara.
Melalui berbagai lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan yang didirikan di seluruh Indonesia, NU membuktikan bahwa ajaran Islam yang rahmatan lil'alamin bukan sekadar konsep, melainkan realitas yang dirasakan oleh masyarakat luas.
Dalam merayakan satu abad perjalanan, kita juga tidak dapat melupakan cita-cita besar para pendiri dan seluruh Nahdliyin untuk menghantarkan bangsa ini menuju Indonesia Emas.
Cita-cita tersebut bukan hanya tentang kemakmuran material semata, melainkan tentang terwujudnya peradaban yang mulia—dimana keadilan sosial terwujud, pendidikan berkualitas merata, kesehatan masyarakat terjamin, dan nilai-nilai kebangsaan serta agama hidup dalam harmoni yang sempurna.
Sebagai warga bangsa, nahdliyin bersama anak bangsa yang lain memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan cita-cita tersebut dengan cara bekerja keras, saling membantu, dan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip luhur yang dibangun oleh pendiri bangsa.
Tema perayaan tahun ini, "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia", menjadi panggilan bagi kita semua untuk terus berperan aktif dalam membangun negeri.
Kita harus menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan ajaran agama dan kewajiban sebagai warga negara yang baik.
Semoga Allah Subhanahu Wata'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua, kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, dan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Semoga NU tetap menjadi benteng kebangsaan dan pemimpin jalan menuju peradaban yang kita idam-idamkan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Blitar, 31 Januari 2026
Bakda Subuh
Sigit Praseto, SE
Ketua PDM Kabupaten Blitar