TERBARU


KDMP dan BUMDes Jatinom Blitar Gali Ilmu Bisnis ke Pak Dayat

H. Hidayaturrahman, SE, MM, seorang pengusaha dan tokoh Muhammadiyah Kabupaten Blitar. Dok/local


Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, melakukan silaturahmi sekaligus diskusi pengembangan program desa dengan Hidayatur Rahman, S.E., M.M., pada hari Ahad (15/2/2026) malam.

Kegiatan yang diadakan atas inisiatif dan ajakan Kepala Desa Jatinom tersebut berlangsung di rumah Hidayatur Rahman yang beralamat di Jalan Maluku, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

Lokasi tersebut berbatasan dan berdekatan langsung dengan Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. 

Pertemuan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.

KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih merupakan koperasi yang dibentuk untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha bersama, pemberdayaan potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat desa. 

Sementara itu, BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga usaha yang didirikan oleh pemerintah desa untuk mengelola aset, jasa, dan berbagai usaha ekonomi demi sebesar-besarnya kemakmuran warga desa.

Pertemuan tersebut juga membahas SPPG MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis. 

Program ini berkaitan dengan penyediaan bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi, sehingga membuka peluang besar bagi desa untuk terlibat melalui usaha pertanian, peternakan, dan pengolahan pangan lokal.

Rombongan yang hadir berjumlah delapan orang, terdiri dari Kepala Desa, Carik atau Sekretaris Desa, Perangkat Desa, Ketua BUMDes, satu Ketua KDMP, serta tiga orang pengurus KDMP.

Setelah seluruh tamu hadir, Hidayatur Rahman yang akrab disapa Dayat mengajak rombongan untuk makan malam bersama terlebih dahulu. 

Usai makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan.

Kepala Desa Jatinom, Muhamad Daru Purwinanto yang akrab disapa Win, menyampaikan salam pembuka sekaligus maksud kedatangan rombongan. 

“Tujuan kami ke sini yang pertama adalah silaturahmi. Adapun inti dari pertemuan ini adalah mohon bantuan ilmu dan pengalaman yang bisa kami pakai untuk program desa melalui KDMP dan BUMDes agar sesuai dengan harapan,” ujarnya. 

Ia juga menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan karena waktu puasa sudah semakin dekat.

Pembicaraan kemudian dilanjutkan oleh Hidayatur Rahman seorang peternak sukses, pemateri bisnis, Purna Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupatan Blitar, dan saat ini menjadi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Ia menjelaskan berbagai hal, mulai dari pengalaman pengelolaan usaha hingga keterkaitannya dengan program desa. 

Dayat menyinggung peran BAZNAS dan zakat yang memiliki keterkaitan erat dengan desa, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat berbasis komunitas desa.

Ia juga mengulas peluang usaha ternak unggas yang dinilai masih sangat terbuka. Menurutnya, pelaku usaha harus memahami keinginan dan kebutuhan ayam, mulai dari pakan, suhu lingkungan, hingga sistem kandang yang cocok dan aman. 

“Kalau di dalam desa sudah tidak memungkinkan untuk membuka kandang, bisa mencari lokasi lain, misalnya di dataran yang lebih tinggi dan sejuk,” katanya.

Dayat menjelaskan bahwa ada masa tertentu ketika permintaan ayam sangat tinggi, namun ayam yang menetas masih sedikit, sehingga kebutuhan kandang dan suplai menjadi kurang. Kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi desa yang mampu membaca momentum pasar.

Dalam diskusi tersebut, Dayat juga menyampaikan sebuah Hadits sebagai pengingat pentingnya lingkungan yang baik. Hadis tersebut berbunyi:

اَÙ„ْجَÙ„ِÙŠْسُ الصَّالِØ­ُ ÙƒَØ­َامِÙ„ِ الْÙ…ِسْÙƒِ، Ø¥ِÙ…َّا Ø£َÙ†ْ ÙŠُØ­ْذِÙŠَÙƒَ، ÙˆَØ¥ِÙ…َّا Ø£َÙ†ْ تَبْتَاعَ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ، ÙˆَØ¥ِÙ…َّا Ø£َÙ†ْ تَجِدَ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ رِيحًا Ø·َÙŠِّبَØ©ً

Artinya: Teman duduk yang baik itu seperti penjual minyak wangi, bisa jadi ia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli darinya, atau setidaknya kamu mendapatkan bau harum darinya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yang berasal dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.

Ia menekankan bahwa ketika sudah masuk ke dunia bisnis, modal bukanlah satu-satunya hal utama. “Ilmu, pengalaman, dan kepercayaan itu yang lebih dulu dibangun. Kalau itu sudah ada, modal bisa menyusul. Semua harus diperhitungkan,” ujarnya.

Dayat juga mengingatkan agar ayam yang dimasukkan ke kandang sebaiknya datang bersamaan dan dalam usia yang sama. Terkait pembangunan kandang, ia menyarankan menggunakan tanah sewa. 

Menurutnya, menyewa tanah cenderung lebih bersahabat dengan warga sekitar dibandingkan membeli tanah, yang terkadang justru menimbulkan ketidaksukaan dari lingkungan.

Ia kemudian menghubungkan potensi usaha ternak unggas desa dengan SPPG MBG. Menurutnya, kebutuhan daging ayam dan telur dalam program makan bergizi gratis sangat besar dan berkelanjutan. 

Jika dikelola dengan baik oleh KDMP dan BUMDes, desa bisa menjadi pemasok bahan pangan sekaligus mendapatkan nilai ekonomi yang stabil.

Terkait kebutuhan telur, Dayat juga menyampaikan ide inovatif, yakni mengemas telur dalam bentuk saset. Telur mentah dipecah lalu dikemas dalam kemasan kecil sekali pakai. Salah satu sasaran utamanya adalah para penjual nasi goreng. 

“Kalau mau menambahkan telur, tinggal buka saset telur tersebut, praktis dan higienis,” jelasnya.

Ia menutup pemaparannya dengan pengingat bahwa cara berbisnis juga harus sejalan dengan nilai-nilai agama. 

“Rukun Islam dan Rukun Iman jangan ditinggalkan. Apapun bisnis, usaha, dan kesibukan kita, ibadah tetap harus dilaksanakan,” pesannya.

Ketua KDMP Jatinom, Waluyo, menyampaikan bahwa gerai atau gedung KDMP telah selesai dibangun dengan menggunakan sebagian dana desa. 

“Alhamdulillah, gedung KDMP sudah jadi. Selanjutnya kami masih merencanakan program apa saja yang akan dijalankan, sehingga kami sangat membutuhkan arahan tentang usaha apa yang cocok untuk desa kami,” katanya.

Sementara itu, Direktur atau Ketua BUMDes Jatinom, Mahya Sarjana, menjelaskan bahwa BUMDes telah menjalankan program pengelolaan sampah dan mulai merintis usaha ternak ayam. 

“Kami juga berencana menambah kandang lagi. Saat ini semua kandang milik warga kami sewa dengan sistem bagi hasil,” ujarnya. 

Ia berharap mendapat masukan terkait pengelolaan dan pengembangan usaha tersebut agar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara pemerintah desa, KDMP, dan BUMDes dalam mengembangkan usaha desa yang berdaya saing, berbasis potensi lokal, serta selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kebutuhan masyarakat.

Penulis: Agus Fawaid
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment