TERBARU


Ramah (Ramadhan Aksi Menyantuni Anak Yatim, Lansia, dan Hormat untuk Guru) PCM dan PCA Kanigoro Blitar



Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kanigoro Kabupaten Blitar menggelar kegiatan Ramah (Ramadhan Aksi Menyantuni Anak Yatim, Lansia, dan Hormat untuk Guru) pada Sabtu (7/3/2026). 

Kegiatan ini berlangsung di Aula lantai dua SD 'Aisyiyah Jatinom yang beralamat di Jalan Maluku, selatan Yonif 511, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari anak yatim, lansia, serta para guru sekolah dan Madin. Turut hadir pula organisasi otonom Muhammadiyah yaitu PCPM, PCNA, dan Tapak Suci yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan santunan dan penghormatan kepada para guru.

Acara ini mendapat dukungan dari Lazismu Blitar, RSU Aminah Muhammadiyah Blitar, serta Lembaga Amil Zakat BMA (Baitul Mal Amanah) Blitar.

Dalam kegiatan tersebut, Dokter Rafa dari RSU Aminah Muhammadiyah Blitar menyampaikan materi tentang pola makan yang sehat selama bulan puasa. Ia menjelaskan bahwa puasa sekitar 14 jam memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

“Dalam kondisi berpuasa terjadi proses Autofagi, yaitu proses alami tubuh membersihkan sel-sel yang rusak. Namun harus diimbangi dengan pola makan yang baik dan porsi yang tepat,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar saat berbuka puasa cukup memulai dengan tiga butir kurma. Selain itu, telur dianjurkan dikonsumsi secara utuh, baik putih maupun kuningnya karena memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi.

Dokter Rafa juga mengingatkan agar saat sahur sebaiknya menghindari kopi dan teh. Saat berbuka puasa pun tidak dianjurkan mengonsumsi makanan yang terlalu manis secara berlebihan.

“Porsi lambung seperti Sunnah Rasulullah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Olahraga juga disarankan sebelum berbuka puasa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bagi penderita Maag yang kambuh, sebaiknya segera mengonsumsi obat serta menghindari makanan pedas dan asam. 

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyinggung secara singkat mengenai penyakit darah tinggi dan kencing manis.

Sementara itu, Ketua PCA Kanigoro, Istiqomah, dalam sambutannya melaporkan latar belakang kegiatan Ramah tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini dilandasi semangat berbagi kepada sesama di bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada anak yatim, lansia, dan para guru melalui pembagian sembako serta bingkisan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Sambutan Ketua PCM Kanigoro, Wasis Candra Gunawan, S.E., juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Kami bangga bisa mengadakan acara ini dan gayung bersambut dengan berbagai pihak. Momen Ramadhan menjadi penyemangat untuk berbagi dan memperkuat kebersamaan,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. 

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Sambutan juga disampaikan oleh Camat Kanigoro, Siti Supartiyah, S.Sos., MM. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.

“Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah untuk kita semua. Kanigoro sebagai pusat kegiatan di Kabupaten Blitar diharapkan semakin maju dengan semangat kebersamaan antara ulama, umaro, dan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan Kanigoro telah melaksanakan Safari Ramadhan ke seluruh desa dan kelurahan sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Selain itu, ia menjelaskan tentang program pemerintah yaitu Indonesia ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. 

Program ini bertujuan menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, serta menata lingkungan agar terlihat indah.

“Semoga program-program di Kecamatan Kanigoro dapat berjalan secara berkelanjutan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan,” katanya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas pembangunan Gedung Muhammadiyah Center di Kanigoro yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan umat.

Sementara itu, materi Kajian disampaikan oleh Ketua PRM Jatinom, Khoirur Rozikin. Ia mengajak peserta untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang aman dan damai.

“Alhamdulillah kita hidup di Indonesia yang sejuk dan aman, tidak seperti di beberapa negara yang sedang mengalami konflik,” ujarnya.

Ia kemudian mengangkat kisah Negeri Saba yang terdapat dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surat Saba ayat 15, 16, dan 17.

قَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Artinya: “Sungguh, bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang dianugerahkan Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.’”

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ

Artinya: “Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.”

ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُم بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ

Artinya: “Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab melainkan kepada orang-orang yang sangat kufur.”

Dalam penjelasannya, Khoirur Rozikin menyampaikan bahwa Negeri Saba yang berada di wilayah Yaman dahulu merupakan negeri yang makmur. Di sana terdapat kebun di kanan dan kiri yang dapat berbuah bersamaan dan hasil panennya melimpah.

“Masyarakat hidup sejahtera karena keberkahan dari Allah. Bahkan negeri itu dipimpin oleh Ratu Bilqis yang kemudian beriman kepada Allah,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan tentang Bendungan Ma’rib yang merupakan bendungan raksasa yang mengairi kebun-kebun pertanian di wilayah tersebut.

Namun karena sebagian masyarakat menjadi kufur terhadap nikmat Allah dan kembali menyembah Matahari, maka bendungan tersebut akhirnya jebol dan menyebabkan banjir besar yang menghancurkan seluruh kebun.

“Dari kisah Negeri Saba kita belajar bahwa jika manusia bersyukur maka nikmat akan ditambah, namun jika kufur maka azab bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

Kegiatan Ramah tersebut berlangsung penuh kehangatan dan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, bantuan untuk lansia, serta bingkisan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru. Semangat berbagi dan kepedulian di bulan Suci Ramadhan pun terasa kuat dalam kegiatan tersebut.

Penulis: Agus Fawaid
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment