Sholat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa Hasan Desa Jatinom Blitar
0 minutes read
Sekitar 100 lebih jamaah mengikuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang digelar di Masjid At-Taqwa Hasan, Dusun Jatinom RT 03 RW 02, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada hari Jumat (20/3/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan mulai sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 WIB.
Para jamaah hadir dalam pelaksanaan sholat tersebut. Jamaah laki-laki menempati bagian dalam masjid, sementara jamaah perempuan melaksanakan ibadah di halaman masjid.
Suasana semakin semarak dengan hiasan puluhan balon yang tergantung rapi menggunakan tali di area halaman. Usai kegiatan, balon-balon tersebut dibagikan kepada anak-anak yang hadir, menambah keceriaan di hari kemenangan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Imam sekaligus Khotib, Ustadz Ali Zainal Abidin yang akrab disapa Ustadz Zen.
Dalam khutbahnya, Ustadz Zen mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dalam berbuat kebaikan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
“Setelah menjalani satu bulan Ramadhan dengan baik, maka kita harus bisa melanjutkan kebaikan itu. Jangan sampai kita terlena,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal dunia, melainkan kesiapan menghadapi kehidupan akhirat.
“Orang jenius adalah orang yang bersiap untuk kehidupan akhirat. Sedangkan orang yang tidak jenius adalah yang hanya memikirkan dunia,” tambahnya.
Selain itu, jamaah diingatkan untuk tetap waspada terhadap godaan dan menjaga akal sehat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kembali bersiap menghadapi godaan, jalani hari dengan akal yang sehat. Dosa jangan dianggap biasa, karena ada zaman dimana orang tidak peduli dengan apa yang didapat itu baik atau buruk,” jelasnya.
Ustadz Zen juga mengingatkan pentingnya memahami dosa besar seperti syirik serta mempelajari berbagai bentuk kebaikan.
“Pahami dosa syirik agar kita lebih hati-hati. Pelajari juga beragam kebaikan, karena memahaminya menjadi pintu awal menjalankan perbuatan yang baik,” katanya.
Ia menutup khutbah dengan pesan agar jamaah senantiasa menjaga diri dari bisikan keburukan dan mampu mengendalikan hawa nafsu.
“Hati-hati terhadap bisikan keburukan dan kendalikan nafsu. Jangan sampai kita terkena propaganda setan,” pungkasnya.
Sebagai penguat pesan tersebut, disampaikan pula dalil Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh berbuat keji dan mungkar.” (QS. An-Nur: 21).
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini berlangsung tertib, lancar, dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum kebersamaan serta kegembiraan bagi seluruh jamaah, khususnya anak-anak yang turut merasakan suasana hari raya dengan penuh suka cita.
Penulis: Agus Fawaid
