Kajian Tangguh PCM Kanigoro Blitar Bersama Ustadz Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam, S.Pd.I., M.Pd.
0 minutes read
Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro kembali menggelar Kajian Rutin Tangguh pada Selasa (7/4/2026) malam.
Kegiatan yang dilaksanakan sebulan sekali setiap tanggal tujuh ini berlangsung setelah Sholat Isya berjamaah, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Muhammad Ibrahim Al-Amru, yang juga merupakan masjid Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jatinom.
Puluhan peserta hadir mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari Sholat Isya berjamaah hingga kajian berakhir. Mereka terdiri dari unsur pengurus dan anggota PCM, PRM, PCA, PRA, PCPM, PCNA, warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, para simpatisan, serta guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah di dalam Kecamatan Kanigoro.
Kajian Tangguh, yang merupakan singkatan dari Tanggal Tujuh, menghadirkan pemateri yang berganti setiap bulan. Pada kesempatan kali ini, hadir Ustadz Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam, S.Pd.I., M.Pd., tokoh Muhammadiyah yang akrab disapa Ustadz Alam, dengan tema Halal bi Halal dan Silaturrahmi sesuai dengan syariat.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kanigoro, Wasis Candra Gunawan, S.E., mewakili PCM Kanigoro menyampaikan ucapan selamat atas capaian akademik Ustadz Alam.
“Selamat dan sukses kepada Ustadz Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam, S.Pd.I., M.Pd., yang telah meraih gelar Profesor Honoris Causa di bidang Bahasa Arab dari International Islamic University for Sharia Sciences melalui Program Pembelajaran Jarak Jauh. Pencapaian ini adalah buah dedikasi beliau di dunia pendidikan. Semoga Metode Alam, cahaya ilmu Al-Qur’an, semakin luas tersebar dan menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Dalam materinya, Ustadz Alam menekankan pentingnya silaturahmi yang sesuai dengan tuntunan syariat.
“Silaturahim sangat dianjurkan, terutama kepada orang tua, saudara, kerabat, dan handai tolan yang masih memiliki hubungan rahim. Halal bi halal adalah sarana kita untuk saling meminta maaf,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan agar umat Islam tidak gengsi untuk memaafkan atau meminta maaf terlebih dahulu.
“Dengan silaturahim, dosa bisa dihapus, kehidupan menjadi lebih baik, serta dapat mencegah hal-hal yang tidak baik terjadi di tengah masyarakat. Pahala itu dari Allah. Bahkan urusan hutang bukanlah alasan utama untuk memutus silaturahim. Yang paling utama adalah keluarga lebih dahulu kita jaga dalam silaturahim,” jelasnya.
Dalil yang disampaikan dalam kajian tersebut adalah hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat partisipasi Jamaah, PCM Kanigoro menyediakan paket sembako bagi beberapa peserta yang aktif bertanya kepada pemateri.
Paket sembako tersebut dapat diambil pada hari berikutnya di Toko Mia Mia Pet Shop dan Sembako yang berada di depan ATM Yonif 511, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan semoga silaturahmi yang terjalin membawa keselamatan dunia dan akhirat bagi seluruh jamaah yang hadir.
Penulis: Agus Fawaid
