TERBARU


Dakwah Dimana-mana Ala LDK Muhammadiyah

Oleh Sirot Fajar


“Dakwah komunitas di Muhammadiyah sudah menjadi inti sejak awal berdirinya pada tahun 1912,” demikianlah kata pembuka yang disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, saat membuka Bimbingan Teknis Forum Dai Digital Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu, 23 Mei 2026.


Beliau kemudian menceritakan bagaimana KH. Ahmad Dahlan banyak mempelopori usaha-usaha pembinaan kepada masyarakat lewat metode dakwah komunitas.


Diantaranya adalah dengan membentuk dan membina kelompok pengajian seperti Wal Asri, Fathul Abror, Miftahus Sa'adah, Nurul Iman dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa dakwah komunitas merupakan salah satu metode dakwah yang efektif yang sudah dilakukan sejak Muhammadiyah belum berdiri sampai hari ini.


Dari Istana Sampai Penjara

Dakwah komunitas LDK Muhammadiyah dilakukan di Komunitas kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Sasaran dakwah kelas atas dilakukan kalangan elit, profesional, pejabat, pengusaha, akademisi, dan kelompok berpengaruh. Di antaranya kepada pejabat di MPR dan DPR dan lembaga tinggi lainnya.


Sementara itu dakwah komunitas kelas menengah menyasar masyarakat urban, pegawai, guru, mahasiswa, dan keluarga muslim perkotaan. Dan dakwah komunitas kelas bawah menyadar kepada masyarakat ekonomi lemah yang dilakukan dengan pendekatan sosial seperti bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan agama sederhana, dan pendampingan kehidupan sehari-hari. 


Selain itu juga ada dakwah pada kelompok marginal yang ditujukan kepada kelompok yang sering terpinggirkan secara sosial, seperti anak jalanan, anak punk, pemulung, muallaf, komunitas adat tertentu, hingga kelompok rentan lainnya seperti para narapidana di penjara.



Dari Tengah Kota Sampai Pelosok Negeri


Dakwah komunitas yang dilakukan di mana saja. Baik kota yang ramai dan maju ataupun pelosok tertinggal dan terpencil. LDK memiliki program dakwah di daerah 3T (Terdepan, Terluar & Tertinggal) dan marginal perkotaan. Pada saat ini LDK PP Muhammadiyah sedang membuka rekrutmen dai daerah 3T yang terbuka di 28 Provinsi seluruh Indonesia. Nantinya para dai 3T ini akan ditugaskan selama 1 tahun di pelosok Indonesia.


Dengan program ini, LDK ingin membuktikan bahwa dakwah harus dilakukan kepada siapa saja, termasuk orang-orang di pelosok yang sebelumnya belum tersentuh dakwah sama sekali.



Dari Komunitas Bola Sampai Waria

Saat ini LDK juga mengembangkan dakwah di berbagai komunitas seperti komunitas punk, suporter bola, anak jalanan, motor dan lainnya. LDK berupaya memberikan dakwah ke berbagai komunitas yang ada. Di antara yang pernah dilakukan adalah adalah kepada komunitas suporter Bonek Surabaya, para PSK, Waria, anak punk dan lainnya.

Salah satu komunitas hobi yang sudah terbentuk forumnya uang bahkan memiliki struktur kepengurusan adalah adalah BikersMu, yaitu komunitas pecinta riding motor yang memiliki semboyan “Melaju Bersama Dakwah”. Sejak resmi diluncurkan pada 8 Agustus 2024, BikersMu terus tumbuh dan berkembang di berbagai penjuru Indonesia. Dalam kurun waktu setahun, telah terbentuk 13 Koordinator Wilayah (Korwil) di tingkat provinsi, lahir lebih dari 50 Chapter di tingkat kabupaten/kota dan Berkembang lebih dari 50 Komunitas di tingkat kecamatan.



Dari Dunia Nyata Ke Dunia Maya

Inilah yang saat ini sedang dibangun oleh LDK yaitu Forum Dai Digital Muhammadiyah yang disingkat Fordigimu. Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menyampaikan, “Hari ini teknologi digital berkembang sangat pesat. Dakwah tidak boleh tertinggal. Ketika masyarakat bergerak ke ruang digital, maka dakwah juga harus hadir di sana. Karena itu, kehadiran dai digital menjadi sangat penting untuk membawa nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan menggembirakan di tengah derasnya arus informasi.”


Sejak tahun kemarin, LDK sudah mengadakan Akademi Dai Digital di beberapa wilayah Indonesia. Harapannya semakin banyak warga persyarikatan Muhammadiyah yang menjadi dai digital, yang berdakwah tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia Maya.


Tim dari Media dan Komunikasi Lensamu yang menjadi narasumber menyampaikan data bahwa sekitar 87.21% atau 235,261,078 jiwa dari total populasi 287,886,782 jiwa Penduduk Indonesia Tahun 2026 telah terpapar internet.


“Dulu orang belajar agama di masjid dan

majelis. Sekarang orang belajar agama lewat media sosial dan internet. Algoritma ikut menentukan siapa yang didengar.


Ada perubahan besar dalam cara belajar agama. Jika dakwah tidak hadir di ruang digital, maka ruang itu akan diisi oleh yang lain,” demikian Tim Medkom Lensamu memberikan penekanan.


Kedepan semoga semakin banyak konten dakwah Muhammadiyah yang menghiasi dunia Maya kita sehingga memberikan banyak pencerahan dan tersebarnya nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Amiin.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment