Milad 'Aisyiyah Ke-109 PCA dan PRA Se-Kecamatan Kanigoro Blitar di Masjid Nailur Roja' Jatinom
0 minutes read
Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kanigoro bersama Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Kanigoro menggelar peringatan Milad 'Aisyiyah Ke-109 di Masjid Nailur Roja' Muhammadiyah, Jalan Maluku RT. 03 RW. 01, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu (27/6/2026) atau bertepatan dengan 12 Muharam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga selesai siang tersebut dihadiri hampir 100 undangan dari jajaran pengurus Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, pimpinan ranting, kader, serta tamu undangan. Peringatan Milad mengangkat tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian."
Kegiatan ini memiliki makna tersendiri karena menjadi acara seremonial pertama yang diselenggarakan di Masjid Nailur Roja' setelah proses renovasi.
Masjid Nailur Roja' Muhammadiyah merupakan salah satu pusat kegiatan dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Kanigoro. Selain digunakan sebagai tempat ibadah berjamaah, masjid ini juga aktif menjadi pusat kajian Keislaman, pembinaan umat, serta berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
Setelah direnovasi, bangunan masjid tampil lebih representatif dengan ruang salat yang luas dan nyaman, area wudu yang tertata, toilet yang memadai, halaman serta area parkir yang cukup, serta fasilitas penunjang kegiatan dakwah dan kemasyarakatan sehingga mampu menampung berbagai kegiatan. Keberadaan masjid ini diharapkan semakin menguatkan peran sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah Sang Surya, dan Mars 'Aisyiyah, dilanjutkan sambutan Ketua PCA Kanigoro, penyerahan seragam sekolah, sambutan Ketua PCM Kanigoro, penyampaian ucapan selamat atas terbentuknya PRA Gogodeso, pidato Milad Ketua PDA Kabupaten Blitar, penyampaian materi, sesi diskusi dengan pemberian buku bagi para penanya, serta ditutup dengan doa bersama.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro, Wasis Candra Gunawan, S.E., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Ini merupakan kegiatan seremonial pertama di tempat ini setelah Masjid Nailur Roja' selesai direnovasi. Kita selalu mengikuti instruksi dari pimpinan pusat, termasuk dalam hal efisiensi sehingga kegiatan dilaksanakan di tempat ini," ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh kader 'Aisyiyah yang tetap mampu menyelenggarakan kegiatan besar di tengah kesibukan mengurus keluarga dan pekerjaan.
"'Aisyiyah pantang mundur. Saya kagum kepada ibu-ibu yang tetap semangat mengadakan acara ini di sela-sela kesibukan bersama keluarga. Semoga ghiroh dari kegiatan ini dapat dirasakan di tempat-tempat lain. Milad 'Aisyiyah sudah memasuki lebih dari satu abad, semoga semakin banyak bergerak dan memberikan manfaat. Kami mendukung sepenuhnya. Demikian, apabila ada kekurangan kami mohon maaf," katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Blitar, Heny Wastuti, S.E., menilai penyelenggaraan Milad di Masjid Nailur Roja' menjadi momentum penting setelah selesainya renovasi masjid.
"Ini pertama kalinya kegiatan seremonial dilaksanakan di sini setelah masjid direnovasi. Semoga Masjid Nailur Roja' juga menjadi masjid percontohan bagi tempat-tempat lainnya. Semua ini terwujud berkat kerja sama seluruh elemen," ungkapnya.
Dalam pidato Milad, Heny menegaskan bahwa seluruh program 'Aisyiyah harus sejalan dengan tema Milad, yakni memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian.
"Perempuan dan anak merupakan bagian yang sangat penting. Perempuan adalah madrasah pertama dalam keluarga. Karena itu harus dibangun karakter Islami agar tidak terjadi kekerasan dalam keluarga. Guru harus mampu mengondisikan pendidikan dengan baik dan wali murid juga menerima setiap proses pendidikan dengan lapang dada," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa 'Aisyiyah merupakan organisasi otonom khusus Muhammadiyah yang berdiri lima tahun setelah Muhammadiyah lahir.
"Dulu organisasi ini bernama Soko Tresno, kemudian melalui musyawarah diubah menjadi 'Aisyiyah, mengambil nama dari salah satu istri Rasulullah SAW yang dikenal memiliki keunggulan, di antaranya banyak menghafal hadis. Organisasi ini sudah bergerak bahkan sebelum Indonesia merdeka dengan semangat Surah Al-Ma'un," jelasnya.
Menurut Heny, sejak awal berdiri 'Aisyiyah telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan melalui pendirian Bustanul Athfal (ABA), aktif dalam gerakan perempuan Indonesia, bahkan ikut mengusulkan Hari Ibu pada Kongres Perempuan Indonesia pertama.
"Aisyiyah terus bergerak membangun bangsa melalui gerakan perempuan berkemajuan. Karakter yang harus dimiliki kader adalah iman dan takwa, taat beribadah, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penggunaan telepon genggam secara bijak, peduli terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan hemat air dan hemat listrik, memperkuat amal usaha, serta meningkatkan peran kebangsaan dengan prinsip efisiensi dan tepat guna," paparnya.
Ia juga mengumumkan rencana pelaksanaan Sekolah Perempuan 'Aisyiyah sebagai program percontohan di PCA Kanigoro.
"Hasil rapat pleno PDA memutuskan akan dibuka Sekolah Perempuan 'Aisyiyah sebagai pilot project di PCA Kanigoro. Akan ada tiga kelas, yaitu kelas anak dan remaja, kelas usia muda produktif, serta kelas ibu-ibu lansia. Materinya sangat menarik, meliputi persoalan perempuan, anak, agama, hingga persiapan menuju husnul khatimah. Program ini didukung penuh oleh PDA dan PCA sebagai pelaksana. Semangat untuk semua, salam dari seluruh PDA Kabupaten Blitar. Apabila ada kekurangan kami mohon dimaafkan," pungkasnya.
Peringatan Milad 'Aisyiyah Ke-109 tersebut menjadi momentum memperkuat semangat dakwah, mempererat silaturahmi antar kader, sekaligus mempertegas komitmen 'Aisyiyah dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa melalui gerakan perempuan berkemajuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
📝 Agus Fawaid
