Jenazah Almarhum Mbah Purwanto Disholatkan di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom Blitar
0 minutes read
Suasana duka menyelimuti Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, setelah kabar wafatnya Purwanto atau yang akrab disapa Mbah Pur menyebar pada hari Kamis pagi (4/6/2026).
Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB di kediamannya di Jalan Kyai Arfan RT. 03 RW. 02 Desa Jatinom.
Rumah duka yang berada tidak jauh dari perempatan Indomaret Jatinom dipadati ratusan pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa. Mereka terdiri dari keluarga, saudara, tetangga, warga setempat, serta berbagai tokoh dan unsur masyarakat.
Turut hadir dalam takziyah tersebut Kepala Desa, perangkat desa, Ketua PDM Kabupaten Blitar, Ketua PDA Kabupaten Blitar, Ketua PCM Kecamatan Kanigoro, Ketua PCPM Kecamatan Kanigoro, karyawan Lazismu Kabupaten Blitar, karyawan Rumah Sakit Aminah Muhammadiyah Blitar, kepala sekolah Muhammadiyah, para guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah, karyawan PT Jatinom Indah, jamaah masjid, jamaah kajian, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Mbah Pur dikenal sebagai sesepuh, relawan, sekaligus warga Muhammadiyah yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan Keagamaan. Almarhum juga merupakan adik dari almarhum Marmin Siswoyo, Purna Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar.
Jenazah almarhum disholatkan di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom yang berada di dekat rumah duka. Setelah prosesi salat jenazah, almarhum diberangkatkan menuju pemakaman keluarga menggunakan mobil ambulans dari Lazismu Kabupaten Blitar.
Pemakaman dilakukan di kompleks pemakaman keluarga yang berada di sebelah barat Tempat Pemakaman Umum Desa Jatinom. Di lokasi yang sama juga terdapat makam almarhum Marmin Siswoyo.
Salah seorang pelayat lelaki yaitu Mega, yang juga merupakan jamaah Masjid dan tinggal dekat dengan rumah almarhum, menceritakan detik-detik sebelum kabar duka tersebut tersebar.
"Setelah mendengar kabar itu, saya langsung mengabari warga dari rumah ke rumah. Tadi malam almarhum masih salat berjamaah di masjid seperti biasa," ujarnya.
Menurut Mega, keseharian Mbah Pur tidak jauh dari aktivitas ibadah dan kegiatan kemasyarakatan.
"Biasanya beliau Sholat Subuh di masjid. Namun tadi pagi Sholat di rumah. Biasanya setelah salat beliau tidak tidur lagi, tetapi tadi pagi beliau sempat tidur, kemudian diketahui meninggal dunia di rumah," katanya.
Ia menambahkan bahwa almarhum selama ini dikenal aktif membantu berbagai kegiatan masyarakat.
"Usianya memang sudah lanjut. Mungkin ada riwayat sakit atau kelelahan. Beliau juga sangat aktif. Saat persiapan Idul Adha kemarin ikut menjadi panitia kurban dari awal sampai selesai, membantu mencarikan hewan kurban, ikut menjaga sapi kurban sampai malam, lalu siangnya membantu proses pembagian daging kurban," tuturnya.
Prosesi pemberangkatan jenazah dari Masjid At-Taqwa Hasan hingga pemakaman dipimpin oleh Ustadz Ganang Edi Widodo, seorang ustadz dari Muhammadiyah Blitar.
Dalam sambutannya di Masjid, Ustadz Ganang menyampaikan pesan mewakili keluarga almarhum.
"Saya juga mewakili keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup almarhum memiliki kekurangan dan kesalahan. Terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan," ujarnya.
Ia menyebut almarhum sebagai pribadi yang dikenal suka membantu sesama, rajin mengikuti kajian, dan istiqamah beribadah di masjid.
"Apabila almarhum memiliki tanggungan atau hutang yang belum terselesaikan, keluarga mempersilakan siapa pun untuk menghubungi ahli waris agar dapat diselesaikan dengan baik," katanya.
Ustadz Ganang kemudian mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan almarhum.
"Mari kita berdoa bersama, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga almarhum husnul khatimah," tuturnya.
Usai prosesi di Masjid, rombongan pelayat mengantar jenazah hingga ke lokasi pemakaman.
Di area pemakaman, setelah seluruh proses pemakaman selesai dilaksanakan, Ustadz Ganang kembali memberikan pengingat kepada para pelayat.
"Proses pemakaman sudah selesai. Namun masih ada satu tugas kita bersama, yaitu terus mendoakan almarhum agar mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT," katanya.
Doa bersama kemudian dipanjatkan oleh seluruh pelayat yang hadir. Mereka memohon agar almarhum diberikan ketenangan, diampuni segala kesalahannya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan bersama orang-orang saleh.
Setelah doa bersama selesai dilaksanakan, para pelayat satu per satu meninggalkan area pemakaman dengan penuh khidmat, mengiringi kepergian Mbah Pur yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok sederhana, peduli terhadap sesama, dan aktif dalam berbagai kegiatan Keagamaan maupun sosial.
🛒 Agus Fawaid
