TERBARU


Dua Delegasi PC IMM Blitar Raya Ikuti Darul Arqam Madya di Sidoarjo, Perkuat Nalar Kritis Kader



SIDOARJO — Dua delegasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Blitar Raya (PC IMM Blitar Raya), Ibrahim Anwar dan Tegar Irfan Ibrahim, mengikuti perkaderan utama Darul Arqam Madya (DAM) yang diselenggarakan oleh PC IMM Sidoarjo pada 9 September 2026. 

Kegiatan ini mengusung tema “Manifestasi Spirit Jayandaru: Menumbuhkan Nalar Kritis Kader dalam Budaya Politik.”

Darul Arqam Madya merupakan salah satu jenjang perkaderan utama IMM yang menjadi ruang pengembangan kapasitas kader, terutama dalam memperdalam pemahaman ideologi, mempertajam daya analisis, serta membangun kesadaran kritis terhadap dinamika sosial dan politik.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini menempatkan nalar kritis sebagai salah satu aspek penting dalam pembentukan kader. 

Di tengah dinamika budaya politik, kader IMM dituntut tidak hanya memahami realitas yang berkembang, tetapi juga mampu membaca persoalan secara kritis dan menjadikan nilai-nilai keislaman serta intelektualitas sebagai landasan dalam bersikap.

Bagi PC IMM Blitar Raya, keikutsertaan Ibrahim Anwar dan Tegar Irfan Ibrahim menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman perkaderan sekaligus memperkuat kapasitas kader di tengah berbagai tantangan organisasi. 

Kondisi cabang yang masih berkembang menghadirkan tantangan tersendiri dalam membangun proses kaderisasi yang berkelanjutan.

Keikutsertaan kader PC IMM Blitar Raya dalam Darul Arqam Madya juga berkaitan dengan perjalanan kaderisasi cabang dalam tiga tahun terakhir. 

Kekhawatiran terhadap keberlanjutan organisasi dan proses reorganisasi menjadi salah satu pemantik untuk mengikuti perkaderan utama. 

Melalui kesempatan ini, kader diharapkan dapat memperluas pengalaman, mempelajari dinamika perkaderan di cabang lain, serta memperoleh bekal untuk menghadapi tantangan organisasi di Blitar Raya.

Salah satu delegasi PC IMM Blitar Raya menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi dalam membangun kaderisasi di tingkat cabang.

“IMM di Blitar itu kecil, perkaderan kita akan lebih berat dari cabang-cabang lain. Itu bukan hal pesimis, malah menjadi faktor kita harus terus berkembang dan belajar dari tempat lain,” ungkapnya.

Pandangan tersebut mencerminkan upaya kader dalam memaknai keterbatasan bukan sebagai alasan untuk berhenti berkembang, melainkan sebagai dorongan untuk terus belajar dan memperkuat kapasitas diri. 

Pengalaman mengikuti perkaderan di luar daerah diharapkan dapat membuka perspektif baru sekaligus menjadi bekal dalam mendorong perkembangan organisasi.

Keikutsertaan dalam Darul Arqam Madya diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman individual bagi para delegasi. Lebih dari itu, pengalaman perkaderan perlu menjadi bekal untuk memperkaya proses kaderisasi di lingkungan PC IMM Blitar Raya.

Dengan demikian, penguatan kaderisasi bukan sekadar persoalan menambah jumlah kader, melainkan juga membangun kualitas manusia yang memiliki kesadaran ideologis, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan mengambil peran dalam kehidupan sosial. 

Tantangan yang dihadapi PC IMM Blitar Raya menjadi pengingat bahwa proses bertumbuh membutuhkan kesungguhan, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar.

📝 Ki²
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment