TERBARU


Kajian Tangguh PCM Kanigoro Blitar Bersama Ustadz Muhammad Ridhoillahi, S.Sos




Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro, Kabupaten Blitar, kembali menggelar Kajian Tangguh pada Rabu malam (7/10/2026). Kajian rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada tanggal tujuh ini mengangkat tema “Mengadu kepada Allah dengan Doa” dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Ridhoillahi, S.Sos., yang akrab disapa Ustadz Ridho.

Kegiatan berlangsung di Masjid Muhammad Ibrahim Al-Amru (MIA), Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang juga merupakan masjid Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jatinom. Kajian dimulai pukul 19.30 WIB, setelah para peserta melaksanakan Sholat Isya berjamaah, dan berlangsung hingga selesai.

Puluhan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pengurus dan anggota PCM, PRM, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), serta Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA). Hadir pula warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, simpatisan, serta guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tinggal di wilayah Kecamatan Kanigoro.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Ridho mengajak peserta memahami bahwa persoalan dan kesulitan merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia. Setiap orang memiliki ujian yang berbeda, mulai dari persoalan keluarga, pekerjaan, kesehatan, kehilangan, hingga berbagai tantangan lainnya.

Sebagai landasan pembahasan, ia mengangkat firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Balad ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ

Artinya: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa kehidupan manusia di dunia tidak terlepas dari perjuangan, ujian, tanggung jawab, perubahan, dan berbagai kesulitan. Namun, hal itu bukan berarti kehidupan hanya berisi penderitaan. Sebaliknya, manusia menjalani proses kehidupan yang menuntut kesabaran, ikhtiar, dan keteguhan dalam menghadapi setiap keadaan.

Sejak awal penciptaannya, manusia melalui berbagai tahapan, mulai dari nuthfah, ‘alaqah, mudhghah, pembentukan tubuh, kelahiran, masa kanak-kanak, dewasa, hingga usia tua. Setiap tahapan memiliki kebutuhan, tantangan, dan tuntutan tersendiri.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar seseorang tidak mudah berputus asa ketika menghadapi persoalan. Kesulitan yang datang dalam kehidupan tidak semestinya membuat manusia terus mempertanyakan mengapa dirinya harus mengalami keadaan yang berat. Sebaliknya, ujian perlu dihadapi dengan sikap yang tepat, disertai keyakinan kepada Allah.

Sesuai tema kajian, mengadu kepada Allah melalui doa menjadi salah satu ikhtiar spiritual seorang muslim dalam menghadapi persoalan kehidupan. Doa bukan sekadar permohonan, tetapi juga bentuk penghambaan, pengakuan atas keterbatasan manusia, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Melalui doa, seorang muslim dapat menyampaikan kegelisahan, memohon pertolongan, meminta petunjuk, dan berharap diberikan kekuatan untuk melewati berbagai ujian. Doa juga perlu disertai ikhtiar nyata, kesabaran, dan sikap tawakal dalam menjalani kehidupan.

Perbedaan manusia bukan terletak pada ada atau tidaknya masalah yang dihadapi, melainkan pada bagaimana setiap orang menyikapi dan melewati persoalan tersebut. Karena itu, ketika kesulitan datang, seorang muslim hendaknya tetap berusaha, memperbaiki diri, dan menjadikan Allah sebagai tempat mengadu serta memohon pertolongan.

Kajian Tangguh menjadi salah satu agenda rutin PCM Kanigoro untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kecamatan Kanigoro. Pemateri yang dihadirkan berganti-ganti setiap bulan sehingga peserta memperoleh beragam wawasan dan penguatan keagamaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari serta mampu menghadapi berbagai ujian dengan kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan kepada Allah.

📝 Agus Fawaid
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment